Ads 468x60px

Labels

Model Tas Bahan Eceng Gondok

Model Tas Bahan Eceng Gondok



 Tengok saja, tas yang terbuat dari eceng gondok. Menarik bukan hanya, diluar itu memiliki mutu baik juga. Untuk kalian penggemar tas, apa kelirunya dengan tas yang satu ini. Tak hanya mutu tinggi sama juga dengan tas yang kerapkali kita beli di beberapa toko paling dekat. Tas ini dapat tampak imut, serta lucu sekali. Pas buat beberapa wanita yang hobynya koleksi tas.

Jenis Tas Bahan Eceng Gondok, tak kalah menarik. Mereka menghadirkan aura lebih tajam serta berikan nuansa yang menawan. Untuk beberapa wanita, kerapkali memakai tas tak hanya untuk tempat untuk menyimpat suatu hal yang bernilai. Juga tas, untuk penambahan aksesori pada baju yang kita gunakan.

Nah, Tas imut serta lucu. Pas buat anak-anak muda yang sukai sekali berpenampilan menarik. Terlebih di depan lelaki tampan, mau sekali jadi bahan perhatian sepanjang sepanjang hari penuh. Dengan apa yang dipertunjukkan, juga pakaian yang sudah dikenakan. Dengan penambahan aksesori tas, telah makin perfect di depan lelaki pujaannya.

Kecantikan benar dating dari aura semasing wanita, namun karena aksesori yang kita gunakan. Juga menolong menaikkan aura kita. Terlebih kecantikan kita makin bernilai. Tas memiliki bahan eceng gondok ini dapat jadi lapangan pekerjaan anda juda. Untuk yang sukai bikin kerajinan, silakan anda bertandang ke “Pengolahan Eceng Gondok jadi Kerajinan “.

Di sana anda diterangkan dengan cara detil, bagaimana caranya kita mengawali usaha pembuatan tas memiliki bahan eceng gondok. Dimulai dari mencari bahan, hingga pada pembuatan dari pertama hingga akhir. Sampai jadi tas-tas lucu yang sudah di tunjukkan seperti yang ada di gambar. 

Menjinjing Laba Dari Produksi Tas Wanita Ala Korea - Kontan Online

Menjinjing Laba Dari Produksi Tas Wanita Ala Korea - Kontan Online



 Maraknya fesyen ala Korea di kelompok wanita remaja dapat jadi kesempatan usaha yang untungkan. Satu diantaranya dengan bikin tas wanita remaja dengan design ala Korea. Dengan bikin tas ini omzet dapat beberapa puluh juta sampai beberapa ratus juta rupiah.



Sesudah masa Harajuku Style, dunia mode di Tanah Air selalu mencari kiblat baru. Nah, kiblat baru itu tetap bertetangga dengan Harajuku yang datang dari Jepang, yaitu style jenis yang di kenal untuk Korean Style. Mode asal Korea itu tidak cuma masalah baju, tetapi juga tas.



Nah, pembuatan tas fesyen ala Korea inilah yang ditelateni oleh Vidia Chairun Nisa serta Syamsul Hadi, dan banyak perajin tas yang lain. Maklum, tas jenis anak muda Korea ini memanglah lagi jadi trend serta laku manis di market.



Vidia berniat membidik segmen remaja wanita yang suka fesyen serta condong sukai berbelanja. Pada wanita muda pengagum fesyen ini, Vidia tawarkan bermacam tas ala Korea. Pasti tas ala Korea bikinan Vidia ini dapat lebih murah dari tas asli asal Korea. Tengok saja, tas asal Korea, di pasar tas ibu kota dapat meraih Rp 3 juta per buah. Adapun tas ala Korea buatan Vidia cuma seharga Rp 139. 000 - Rp 219. 000 per buah.



Masalah jenis serta design, konsumen tidak usah cemas lantaran Vidia mengambil design, wujud serta pola tas ala Korea. " Bahkan juga tas itu saya lebih lagi dengan bermacam modifikasi, " jelas Vidia yang menyematkan merk Gembool pada tas yang untuk kaum hawa itu.



Vidia yang telah berjualan tas mulai sejak 2008 itu lakukan bermacam modifikasi warna, menaikkan aksesories, sampai bikin tas dengan ukuran bermacam. " Masalah mutu tas kami tak kalah dengan tas bermerek lain, " klaim Vidia yang mempunyai bengkel produksi sendiri di Jakarta.



Untuk menghasilkan tas itu, Vidia mempekerjakan 20 karyawan yang tiap-tiap bln. dapat membuat empat varian tas baru. Diantara varian tas yang terlaris yaitu tas bermotif macan tutul serta motif berupa potongan koran atau majalah.



Karena tas ala Korea ini, wanita umur 25 th. ini dapat memperoleh omzet sampai Rp 200 juta per bln., dengan laba meraih 40%. Vidia beroleh omzet sejumlah itu dari berjualan tas lewat toko on-line bernama shop. gembool. com, dengan juga buka jaringan pemasaran ke butik-butik serta pedagang tas di Bandung serta Jakarta.



Tidak ingin ketinggalan, Syamsul Huda, perajin tas di Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, saat ini juga repot bikin tas ala Korea. Syamsul tertarik bikin tas ala Korea lantaran ada pesanan dari beberapa pedagang tas. " Saya pada akhirnya turut buat tas style Korea itu, " jelas Syamsul.



Pasti Syamsul tidak kesusahan bikin tas ala Korea itu. Maklum, sebelum saat kepincut dengan tas ala Korea, Syamsul telah mulai sejak 1991 terlatih bikin tas apa sajakah. " Bedanya ada pada warna, tas ala Korea mempunyai warna yang mencolok, " jelas Syamsul.



Diluar itu, ciri tas ala Korea mempunyai banyak kantong daripada tas wanita umum. Diluar itu, tas ala Korea ini semakin banyak memakai aksesories seperti rantai.



Lantaran banyak keinginan, Syamsul juga rajin bikin design baru. Dia mencari pola design itu dari beragam sumber, dimulai dari majalah mode sampai dari dunia maya. " Saat ini jumlah produksi saya telah beberapa ratus pieces, " terang Syamsul yang mengakui mempunyai omzet Rp 110 juta per bln. itu.



Tidak sama dengan Vidia, Syamsul pasarkan produknya segera ke distributor tas yang ada di semua Indonesia. Syamsul mengakui tak terlampau tertarik untuk berjualan lewat on-line seperti Vidia. " Jualan melalui internet terlampau rumit, " tuturnya. 

Panduan Membuat Usaha Mandiri Aksesoris Wanita Tas Mote

Panduan Membuat Usaha Mandiri Aksesoris Wanita Tas Mote



 Satu diantara segmentasi pasar yang memiliki prospek yang bagus buat anda bidik yaitu wanita. Survey menunjukkan bahwasanya jumlah wanita semakin banyak dari pada pria.

Mereka sangatlah suka pada pernak-pernik atau aksesori yang dapat bikin mereka tampak cantik. Tak perduli apakah tujuan pasar anda anak-anak, remaja atau wanita dewasa, mereka terus pemburu asesoris serta pernak pernik.

Serta satu diantara aksesori atau pernak-pernik sebagai incaran beberapa “woman” itu yaitu tas tangan. Umumnya digunakan untuk acara pertemuan atau acara pernikahan. Jenis serta type bahannya berbagai macam, dimulai dari kulit binatang hingga batok kelapa. Berhubung type tas tangan itu beberapa puluh bahkan juga beberapa ratus, saat ini yang bakal saya “lontarkan” yaitu tas mote.

Tas mote ini memiliki ciri spesial, yakni ujung-ujungnya berjumbai serta beruntaian mote. Saya tahunya dari rekannya rekan saya (ruwet ya…). Beliau yaitu seseorang entrepreneur tas mote. Namanya Taufik Nur Hidayat, bukan hanya pebulu tangkis, datang dari daerah Polanharjo Klaten.

Bahan baku utama yang dibutuhkan di usaha ini yaitu kain, mote, serta fayet. Seluruhnya bahan ini saat ini dapat didapat didalam negeri. Berniat saya sebutkan lantaran dahulu mote yang ada di Indonesia datang dari negara Taiwan. Satu tahun lebih yang lalu berdiri pabrik yang menghasilkan mote di Tangerang. Ok, balik lagi ke tema kita saat ini.

Harga kain tiap-tiap yar-nya yaitu 4. 500 rupiah. Dengan ukuran segitu, anda dapat menghasilkan tas mote sejumlah 2 buah. Bila motenya dapat anda beli dengan harga 8 ribu rupiah per pon. Dapat anda pakai untuk menghasilkan tas sejumlah 2 buah. Fayetnya memiliki harga lebih tinggi dibanding dengan bahan yang lain. Harga nya 21 ribu rupiah per pon, dapat untuk menghasilkan tas sejumlah 10 buah.

Nah, bila anda tertarik menggerakkan usaha ini, terdapat banyak panduan dari mas Taufik sekitar tenaga kerja. Tips-nya yaitu anda dapat bekerja bersama dengan orang-orang seputar anda dengan gaji yang bervariatif. Gajinya berkisar pada 3 ribu rupiah hingga 8 ribu rupiah per tas.

Tak hanya bekerja bersama dengan orang-orang seputar anda mesti mempekerjakan 4 orang yang bertugas untuk tukang lem. Namun ingat, anda mesti selektif dalam memilihnya. Anda dapat baca artikel saya perihal langkah pilih karyawan.

Upah mereka rata-rata digaji 20 ribu rupiah per orang /hari. Namun ini cuma untuk patokan saja. Jadi anda mesti lihat rata-rata upah buruh di daerah anda.

Untuk deskripsi saja, mas Taufik dapat membuahkan paling sedikit seribu buah tas mote satu bulan. Harga jual yang dia gunakan pada konsumen partai yaitu 6ribu rupiah hingga 25 ribu rupiah. Omset paling rendah yang dia dapatkan yaitu 50 juta rupiah serta paling tinggi 100 juta rupiah.

Unutk persoalan hambatan, ada 2 hal yang butuh anda cermati. Pertama, jika ada lonjakan keinginan, umumnya berlangsung kekurangan tenaga kerja untuk merampungkan pesanan. Umumnya berlangsung di saat menjelang hari raya.

Ke-2, kendalanya yaitu persaingan yang ketat. Serta ini yang terberat lantaran terkait dengan penentuan harga jual product serta keuntungan yang dapat anda bisa. Dahulu mas Taufik umum mengambil keuntungan pada 25% hingga 30%. Saat ini, untung yang bias di ambil pada 10%-15%”.