Ads 468x60px

Labels

Menjinjing Laba Dari Produksi Tas Wanita Ala Korea - Kontan Online

Menjinjing Laba Dari Produksi Tas Wanita Ala Korea - Kontan Online



 Maraknya fesyen ala Korea di kelompok wanita remaja dapat jadi kesempatan usaha yang untungkan. Satu diantaranya dengan bikin tas wanita remaja dengan design ala Korea. Dengan bikin tas ini omzet dapat beberapa puluh juta sampai beberapa ratus juta rupiah.



Sesudah masa Harajuku Style, dunia mode di Tanah Air selalu mencari kiblat baru. Nah, kiblat baru itu tetap bertetangga dengan Harajuku yang datang dari Jepang, yaitu style jenis yang di kenal untuk Korean Style. Mode asal Korea itu tidak cuma masalah baju, tetapi juga tas.



Nah, pembuatan tas fesyen ala Korea inilah yang ditelateni oleh Vidia Chairun Nisa serta Syamsul Hadi, dan banyak perajin tas yang lain. Maklum, tas jenis anak muda Korea ini memanglah lagi jadi trend serta laku manis di market.



Vidia berniat membidik segmen remaja wanita yang suka fesyen serta condong sukai berbelanja. Pada wanita muda pengagum fesyen ini, Vidia tawarkan bermacam tas ala Korea. Pasti tas ala Korea bikinan Vidia ini dapat lebih murah dari tas asli asal Korea. Tengok saja, tas asal Korea, di pasar tas ibu kota dapat meraih Rp 3 juta per buah. Adapun tas ala Korea buatan Vidia cuma seharga Rp 139. 000 - Rp 219. 000 per buah.



Masalah jenis serta design, konsumen tidak usah cemas lantaran Vidia mengambil design, wujud serta pola tas ala Korea. " Bahkan juga tas itu saya lebih lagi dengan bermacam modifikasi, " jelas Vidia yang menyematkan merk Gembool pada tas yang untuk kaum hawa itu.



Vidia yang telah berjualan tas mulai sejak 2008 itu lakukan bermacam modifikasi warna, menaikkan aksesories, sampai bikin tas dengan ukuran bermacam. " Masalah mutu tas kami tak kalah dengan tas bermerek lain, " klaim Vidia yang mempunyai bengkel produksi sendiri di Jakarta.



Untuk menghasilkan tas itu, Vidia mempekerjakan 20 karyawan yang tiap-tiap bln. dapat membuat empat varian tas baru. Diantara varian tas yang terlaris yaitu tas bermotif macan tutul serta motif berupa potongan koran atau majalah.



Karena tas ala Korea ini, wanita umur 25 th. ini dapat memperoleh omzet sampai Rp 200 juta per bln., dengan laba meraih 40%. Vidia beroleh omzet sejumlah itu dari berjualan tas lewat toko on-line bernama shop. gembool. com, dengan juga buka jaringan pemasaran ke butik-butik serta pedagang tas di Bandung serta Jakarta.



Tidak ingin ketinggalan, Syamsul Huda, perajin tas di Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, saat ini juga repot bikin tas ala Korea. Syamsul tertarik bikin tas ala Korea lantaran ada pesanan dari beberapa pedagang tas. " Saya pada akhirnya turut buat tas style Korea itu, " jelas Syamsul.



Pasti Syamsul tidak kesusahan bikin tas ala Korea itu. Maklum, sebelum saat kepincut dengan tas ala Korea, Syamsul telah mulai sejak 1991 terlatih bikin tas apa sajakah. " Bedanya ada pada warna, tas ala Korea mempunyai warna yang mencolok, " jelas Syamsul.



Diluar itu, ciri tas ala Korea mempunyai banyak kantong daripada tas wanita umum. Diluar itu, tas ala Korea ini semakin banyak memakai aksesories seperti rantai.



Lantaran banyak keinginan, Syamsul juga rajin bikin design baru. Dia mencari pola design itu dari beragam sumber, dimulai dari majalah mode sampai dari dunia maya. " Saat ini jumlah produksi saya telah beberapa ratus pieces, " terang Syamsul yang mengakui mempunyai omzet Rp 110 juta per bln. itu.



Tidak sama dengan Vidia, Syamsul pasarkan produknya segera ke distributor tas yang ada di semua Indonesia. Syamsul mengakui tak terlampau tertarik untuk berjualan lewat on-line seperti Vidia. " Jualan melalui internet terlampau rumit, " tuturnya.